Monday, February 29, 2016

Cara Pembenihan Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame - Salah satu peluang usaha dibidang budidaya ikan gurame adalah pembenihan ikan gurame. Untuk mengetahui secara singkat bagaimana cara budidaya ikan Anda dapat membaca artikel budidaya ikan gurame.

Pembenihan Ikan Gurame

Dalam proses pembenihan ikan gurame ada beberapa tahapan yang harus di lewati. seperti pemeliharaan induk, pemilihan induk, pemijahan ikan gurame, penetasan telur gurame, dan pemeliharaan benih. Larva yang baru menetas akan dirawat hingga memiliki bobot 10-15 g/ekor atau sekitar umur 4 bulan. Benih seukuran ini sudah dapat didederkan, Namun ada juga yang menjual telur untuk ditetaskan.

Pemeliharaan Induk Ikan Gurame

Pemeliharaan Induk Ikan Gurame - Budidaya Ikan
Pemeliharaan Induk Ikan Gurame
Dalam pembenihan, induk yang digunakan adalah indukan yang sudah berusia diatas 5 tahun atau dalam masa produktif. Indukan juga harus berasal dari strain yang bagus, tidak rentan penyakit, sehat, dan tidak cacat fisik. Bobot indukan sekitar 1,5 - 2 kg per ekor.

Minimal kedalaman kolam induk sebesar 75 cm. Jika terlalu dangkal kolam tidak baik untuk digunakan, karena ikan gurame senang sekali naik turun. Kolam juga harus dilengkapi tempat keluar masuknya air, tidak berlumpur dan airnya jernih.

Sebelum indukan dimasukkan, kolam indukan harus diolah terlebih dahulu, dengan membalikan dasar tanah dengan cangkul agar gas dari sisa makanan dan racun menghilang serta menjaga kualitas tanah itu sendiri. Setelah proses pembalikkan, selanjutnya pengapuran untuk menaikkan PH tanah. Dosis yang diberikan sebesar 15-25 gram per meter persegi.

Cara Ternak Lele Sangkuriang

Proses penebaran indukan harus dilakukan dengan hati-hati karena jika tidak hati-hati indukan akan stress dan membuat proses pemijahan terganggu. Penebaran sebaiknya dilakukan pagi hari, karena suhu kolam tidak terlalu panas. Kolam juga dapat diberikan tempat meneduh bagi ikan yang berfungsi untuk menahan sinar matahari langsung.

Selama pemeliharaan induk gurame, pemberikan pakan harus dilakukan secara intensif. Pakan ang diberikan harus memiliki kadar protein sekitar 40% dengan dosis 1,5 - 2% dari bobot badan ikan per hari. Selain memiliki kadar protein yang tinggi, pakan juga harus menga
ndung vitamin dan mineral yang cukup. Pakan alami juga dapat diberikan, seperti daun talas. Sebaiknya pemberian pakan diberikan sehari dua kali, pagi dan sore hari. Pemberian pakan yang bermutu akan mempercepat kematangan sel telur induk gurame.

Pemilihan Induk Ikan Gurame

Pemilihan Induk Gurame Siap Pijah - Budidaya Ikan
Pemilihan Induk Gurame Siap Pijah
Dalam pemilihan induk gurame siap pijah dapat dilihat dari ciri-ciri yang ada di induk jantan dan induk betina. Kematangan dan kesiapan dari induk dapat menentukan kualitas pemijahan. Berikut ciri indukan gurame yang siap pijah.

Ciri indukan gurame jantan 

  1. Benjolan di kepala atas
  2. Rahang bawah tebal
  3. Tidak ada bintik pada sirip dada
  4. Warna tubuhnya memerah berbintik hitam terang
  5. Perutnya membentuk sudut tumpul
  6. Bila perutnya ditekan akan mengeluarkan sperma berwarna putih

Ciri indukan gurame betina

  1. Kepala bagian atas datar
  2. Rahang bawah tipis
  3. Ada bintik hitam di sirip dada
  4. Warna tubuhnya lebih terang dari jantan
  5. Bentuk perutnya besar dan bulat
  6. Bila perutnya ditekan akan mengeluarkan telur berwarna putih

Pemijahan Ikan Gurame

Kolam Pemijahan Gurame - Budidaya Ikan
Kolam Pemijahan Gurame
Kolam pemijahan memiliki luas minimal 20 meter persegi dan maksimalnya 1000 meter persegi dengan kedalaman 1 sampai 1,5 meter. Kolam yang baik untuk pemijahan memiliki suhu berkisar 25 - 30 C, PH 6,5 - 8,0, sirkulasi air 10 - 15 % per hari dan ketinggian kolam 40 - 60 cm.

Didalam kolam pemijahan haruslah dipasang sarang dan sosog. Sosog merupakan tempat untuk meletakkan sarang. Sosog ditempatkan sekitar 25-30 cm dari permukaan air kolam  Sementara sarang diletakkan di permukaan air atau dikedalaman 5-10 cm dari permukaan air.

Kepadatan dalam kolam pemijahan adalah 1 ekor per 5 meter persegi, dengan jumlah perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 3. Proses pemijahan akan berlangsung selama 1 minggu setelah induk gurame berada di kolam pemijahan.

Berhasilnya proses pemijahan ditandai dengan bau amis dan munculnya minyak di permukaan air. Setelah proses pemijahan selesai, pengambilan sarang dilakukan secara hati-hati dengan cara memegang sisi luar bagian bawah sarang.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Hias

Penetasan Telur Gurame

Penetasan Telur Gurame - Budidaya Ikan
Penetasan Telur Gurame
Sarang yang telah diangkat dari kolam pemijahan segera dimasukkan kedalam ember yang berisi air yang sudah di beri metheline blue. Telur yang baik akan memiliki warna kuning cerah atau bening transparan, sedangkan telur yang gagal menetas memiliki warna putih suram dan tidak transparan. Telur yang gagal harus segera disingkirkan agar tidak menular ke telur yang baik.

Selanjutnya ember yang telah berisi sarang dapat dibawa ke tempat penetasan. Telur akan menetas dalam hitungan waktu kurang lebih 41 jam. Tempat penetasan telur membutuhkan lingkungan yang tenang, karena telur tidak akan menetas jika sering kaget dan terganggu.

Pemeliharaan Benih

Pemeliharaan Benih Gurame - Budidaya Ikan Gurame
Pemeliharaan Benih Gurame
Pemeliharaan benih dapat dilakukan dengan teknologi Happa. Teknologi ini biasa digunakan untuk memacu pertumbuhan gurame sejak dini. Benih yang dapat ditebar di happa adalah benih yang sudah berukuran 0,5 g/ekor.

Happa dibuat dengan sebuah kain panjang dan 4 tongkat bambu. Cara membuat Happa yaitu dengan mengikatkan ujung kain panjang pada tongkat bambu yang telah ditancapkan di dasar kolam. Kemudian atur posisi happa agar terendam dua pertiga bagiannya.

Benih dapat ditebar pagi atau sore hari dengan kepadatan 75-100 ekor per meter persegi. Selama pemeliharaan, benih diberi pakan berupa pelet halus sebanyak tiga kali sehari dengan dosis 10% dari bobot tubuh per hari.

Benih yang sudah dipelihara selama 3-4 bulan di dalam Hhppa sudah dapat ditebar dikolam pendederan.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

[Budidaya Ikan]


Wednesday, February 10, 2016

Cara Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame - Ikan gurame merupakan ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tekstur dagingnya yang lembut dan banyak mengandung protein menjadikan ikan ini banyak sekali dihidangkan di restoran atau rumah makan.

Budidaya ikan gurame sangat menjanjikan karena harganya relatif stabil dan terus meningkat. Sedangkan para petani belum dapat memenuhi banyaknya permintaan dari pasar. Oleh karena itu, ini merupakan peluang bagi Anda yang sedang mencari peluang usaha sampingan.
Budidaya Ikan Gurame - Budidaya Ikan
Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame

Ikan gurame merupakan salah satu dari 12 komoditas utama untuk pembentukan gizi masyarakat Indonesia dan salah satu komoditas unggulan pertanian. Gurame memiliki prospek menjanjikan untuk dibudidayakan dalam skala besar atau skala kecil, berikut cara budidaya ikan gurame.

Lokasi Budidaya Ikan Gurame

Ikan gurame memang dapat hidup di "sembarang tempat". Namun, kondisi lahan tetap mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Yang dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya antara lain suhu air, kondisi tanah, tingkat keasaman air, oksigen dan kualitas air.

Faktor Ikan Gurame Tumbuh Optimal :
  1. Tekstur tanah liat yang gembur dan memiliki kandungan pasir sebanyak 40%
  2. Suhu 25-28 derajat celcius
  3. PH 6,5-7 dengan kesadahan 7 HD
  4. Ketinggian 20-500 mdpl
  5. Banyak oksigen
  6. Air kaya mineral dan unsur hara

Baca juga Cara Ternak Lele Sangkuriang

Pembuatan Kolam Budidaya Ikan Gurame

Sebelum memulai budidaya, beberapa hal yang perlu disiapkan terutama pembuatan kolam ikan. Ada beberapa kolam yang harus dimiliki untuk budidaya gurame. 
Pembuatan Kolam Tanah - Budidaya Ikan
Pembuatan Kolam Tanah

Kolam Perawatan Induk

Kolam ini digunakan untuk merawat indukan dan mempersiapkan kematangan telur. Luas kolam ini sekitar 10 meter persegi den gan kedalaman minimal 50 cm. Kolam ini dapat diisi dengan 10 jantan gurame dan 20 betina gurame.

Kolam Pemijahan

Kolam pemijahan memiliki luas 200-300 meter persegi dengan kedalaman air 75-100 cm. Satu ekor ikan dewasa membutuhkan luas 2-10 meter persegi. Suhu ideal untuk kolam pemijahan berkisar 24-28 derajat celcius.

Kolam Pendederan / Pemeliharaan Benih

Luas kolam pendederan tidak lebih dari 50-100 meter persegi dengan kedalaman 30-50 cm. Kepadatan kolam sebaiknya 5-50 ekor per meter persegi.

Baca Juga Kelebihan Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Kolam Pembesaran

Kolam pembesaran berfungsi untuk memelihara dan membesarkan benih setelah dari kolam pendederan. Kepadatan kolam pembesaran direkomendasikan tidak lebih dari 10 ekor per meter persegi.

Kolam Pemberokan

Kolam pemberokan bisa berupa kolam tanah atau kolam semen dengan air yang mengalir. Fungsi dari kolam pemberokan sebagai tempat pembersihan sebelum ikan dipasarkan agar ikan tidak mengandung kotoran dan tidak berbau lumpur.


Pembenihan Ikan Gurame

Pembenihan Ikan Gurame - Budidaya Ikan
Pembenihan Ikan Gurame
Pembenihan ikan gurame juga dapat dijadikan sebagai peluang usaha baru. Usaha pembenihan meliputi pemeliharaan induk, pemijahan, penetasan, dan perawatan larva sampai berukuran biji labuh. 

Larva yang sudah berumur 12-30 hari selanjutnya dirawat hingga bobotnya mencapai 15-30 g/ekor atau sekitar 4 bulan. Benih sebesar ini siap didederkan di kolam yang lebih besar.

Karena pembahasan pembenihan cukup penting dan panjang, maka kami jadikan artikel khusus pembenihan ikan gurame.
Baca selengkapnya di Cara Pembenihan Ikan Gurame

Pendederan Benih Ikan Gurame

Bibit Ikan Gurame - Cara Budidaya Ikan
Bibit Ikan Gurame
Tahap pendederan meliputi pemeliharaan benih berukuran 10-15 g/ekor sampai ukuran 150 g/ekor. Tahap ini biasanya dilakukan selama 6 bulan dari penetasan telur. Ada juga yang melakukan pendederan saat benih berukuran yang lebih besar sekitar 15-30 g/ekor.

Karena pembahasan pendederan benih cukup penting dan panjang, maka kami jadikan artikel khusus pendederan benih ikan gurame.
Baca Selengkapnya di Cara Pendederan Benih Ikan Gurame

Pembesaran Benih Ikan Gurame

Pembesaran Ikan Gurame - Budidaya Ikan Gurame
Pembesaran Ikan Gurame
Tahap pembesaran merupakan tahap lanjutan dari tahap pendederan. Benih dari kolam pendederan selanjutnya akan dibesarkan hingga mencapai bobot 500 g/ekor atau ukuran siap konsumsi. Namun, seringkali penentuan ukuran panen ikan gurame disesuaikan dengan permintaan konsumen. 

Karena proses pembesaran benih cukup penting dan panjang, maka kami jadikan artikel khusus pembesaran benih ikan gurame.
Baca Selengkapnya di Cara Pembesaran Benih Ikan Gurame

Panen Ikan Gurame

Panen Ikan Gurame - Budidaya Ikan
Panen Ikan Gurame
Pemanenan gurame disesuaikan dengan permintaan pasar, bila ukuran ikan sudah mencapai bobot konsumsi maka ikan gurame sudah siap panen. Pemanenan gurame sebaiknya dilakukan di pagi hari sekitar pukul 05.00-08.00 agar ikan tetap segar dan tidak stress.

Pemanenan dilakukan dengan cara membuang air kolam dengan menggunakan mesin pompa. Setelah kolam mulai kering Anda dapat menangkapnya dengan menggunakan jaring, serokan atau alat lainnya yang terpenting tidak menyebabkan ikan terluka.

Baca juga Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

[Budidaya Ikan]

Saturday, February 6, 2016

5 Jenis dan Harga Ikan Arwana Termahal

Budidaya Ikan - Ikan arwana merupakan ikan hias terpopuler dikalangan masyarakat Indonesia. Arwana memiliki daya tarik yang sangat kuat dibagian tubuhnya dan warna sisiknya yang cantik. Ikan Arwana memiliki banyak sebutan seperti ikan naga atau dragon fish, saratoga, arowana, barramundi, kelesa, kayangan, peyang dan tangkelese.

Di tahun 2004, ikan arwana masuk dalam daftar spesies langka dengan status "terancam punah". Namun kini banyak yang melakukan budidaya ikan arwana sehingga status tersebut sudah dicabut. Arwana tersebar di berbagai wilayah Asia Tenggara, di Indonesia sendiri arwana tersebar di sekitar Kalimantan dan Irian.
Baca Juga 5 Ikan Hias Terpopuler

5 Jenis dan Harga Ikan Arwana Termahal 

Ada beberapa jenis ikan arwana yang sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia, namun tetap ada saja yang masih belum mengetahui jenis-jenis ikan arwana.

Kami akan memberikan informasi 5 jenis dan harga ikan arwana termahal yang perlu Anda ketahui.

1.  Ikan Arwana Super Red / Arwana Super Red

Arwana Super Red - Budidaya Ikan
Arwana Super Red
Arwana Super Red merupakan ikan arwana asli Indonesia. Ikan ini mudah ditemukan di Kalimantan Barat seperti di Danau Sentarum dan Sungai Kapuas. Namun, kini arwana super red sudah banyak dibudidayakan jadi Anda tidak perlu repot-repot ke Kalimantan.

Jenis Arwana Super Red terdiri dari 4 jenis yang dibedakan dengan warna merahnya yaitu merah cabe (Chili Red), merah orange (Orange Red), merah darah (Blood Red), dan merah emas (Golden Red). Namun yang paling dicari dari jenis arwana super red adalah Chili Red dan Blood Red. Sedangkan untuk Orange Red dan Golden Red merupakan super red tingkatan paling rendah.

Seperti namanya Arwana Super Red, ikan ini mempunyai warna merah pada sirip, ekor, dan sungutnya. Warna merah yang ada di badannya akan muncul saat ikan berumur 3-4 tahun. Tetapi para pecinta ikan ini, memiliki trik khusus untuk mempercepat keluarnya warna merah dengan memberikan pakan yang bagus serta menempatkan ikan di kolam yang terkena sinar matahari langsung.

Harga Arwana Super Red di Pasaran

Ukuran Harga
10-12 cm Rp. 2.500.000 - Rp. 3.500.000
13-15 cm Rp. 3.500.000 - Rp. 4.500.000
15-20 cm Rp. 4.500.000 - Rp. 6.500.000
20 cm Keatas Mulai dari Rp. 6.500.000
Baca Juga Daftar Harga Ikan Hias Terbaru

 2. Ikan Arwana Crossback Golden / Arwana X Black Golden

Arwana Crossback Golden - Budidaya Ikan
Arwana Crossback Golden
Arwana Crossback Golden berasal dari malaysia, ikan ini merupakan salah satu dari jenis Arwana Golden. Yang menjadikan ciri khas Crossback Golden adalah ring yang melingkar melewati punggungnya. Warna pada jenis ini sangat beragam, mulai dari gold base, silver base, purple base, dan blue baseHarga ikan arwana crossback golden relatif lebih mahal dari arwana super red, karena ikan ini cukup sulit untuk ditemukan sehingga membuat harganya melangit.

Harga Arwana Crossback Golden di Pasaran

Ukuran Harga
10-12 cm Rp. 10.000.000
20-25 cm  Rp. 15.000.000 - Rp. 25.000.000


3. Arwana Golden Red / Arwana Red Tail Golden (RTG)

Arwana Golden Red - Budidaya Ikan
Arwana Golden Red
Arwana Golden Red merupakan salah satu ikan jenis golden yang berasal dari Indonesia, khususnya berasal daro Pekanbaru, Sumatera. Ikan ini lebih agresif dan dapat utmbuh lebih besar dibandingkan degan sepupunya di Malaysia Crossback Golden. Sama seperti crossback golden ikan ini memiliki warna dasar beragam seperti gold base, green base, dan blue base

Yang menjadi ciri khas Arwana golden red terdapat pada warna sisiknya yang tidak melewati punggung dan hanya sampai tingkat ke 4 atau 5 dihitung dari bawah badan ke atas. Harga Arwana golden red relatif lebih murah dibandingkan dengan arwana super red

Harga Arwana Golden Red di Pasaran

UkuranHarga
10-12 cmRp. 750.000 - Rp. 900.000
13-15 cmRp. 900.000 - Rp. 1.500.000
15-20 cmRp. 1.500.000 - Rp. 2.500.000
20 cm KeatasMulai dari Rp. 2.500.000

Baca juga 10 Jenis Ikan Hias Air Tawar untuk Aquascape

4. Arwana Silver / Arwana Brazil

Arwana Silver - Budidaya Ikan
Arwana Silver
Arwana Silver sangat sering kita jumpai karena jenis ikan ini memiliki harga yang terjangkau. Arwana silver berasal dari Brazil, namun kini sudah dibudidayakan di Indonesia. Berbeda dengan ikan arwana yang lainnya, arwana silver memiliki tubuh dan sirip yang panjang mulai dari bagian tengah hingga ujung ekor.

Arwana ini dapat tumbuh hingga 50-60 cm, tubuhnya yang panjang membuat ikan ini sangat cantik ketika berenang. Kini sudah ada jenis arwana silver dengan warna platinum silver yaitu warna silvernya menyerupai warna platinum yang merata di seluruh tubuhnya.

Harga Arwana Silver di Pasaran

UkuranHarga
10-12 cmRp. 75.000 - Rp. 100.000
13-15 cmRp. 100.000 - Rp. 150.000
15-20 cmRp. 150.000 - Rp. 250.000
20 cm KeatasMulai dari Rp. 250.000
Baca Juga Ikan Hias Air Laut

5. Arwana Pino / Arwana Hijau

Arwana Pino - Cara Budidaya Ikan
Arwana Pino
Arwana Pino atau arwana hijau dapat ditemukan dikawasan Asia seperti Indonesia, Thailand, Kamboja dan Malaysia. Arwana hijau memiliki warna dominan hijau pada sisiknya, variasi warna dari jenis ini adalah golden pino

Sirip ekornya memiliki kombinasi warna abu-abu kehijauan. Jika dibandingkan dengan arwana yang lainnya, arwana pino memiliki bentuk kepala dan mulutnya lebih besar dan bulat. Arwana pino juga tidak memiliki ring namun ikan ini tetap indah dengan warna hijau ditubuhnya.

Harga Arwana Pino di Pasaran

UkuranHarga
10-12 cmRp. 200.000 - Rp. 250.000
13-15 cmRp. 250.000 - Rp. 350.000
15-20 cmRp. 350.000 - Rp. 450.000
20 cm KeatasMulai dari Rp. 450.000
Baca Juga Peluang Usaha Budidaya Ikan Hias

Sekian penjelasan 5 jenis dan harga ikan arwana termahal beserta gambar ikan arwana. Kami juga memberikan daftar harga ikan arwana di pasaran agar Anda memiliki gambaran rentang harga ikan arwana di pasaran dan menjadikannya bekal untuk melakukan transaksi jual beli. Semoga bermanfaat.

[cara budidaya ikan]


Monday, February 1, 2016

Cara Ternak Lele Sangkuriang

Cara Ternak Lele - Ikan lele merupakan ikan yang tahan banting, ia mampu hidup dikondisi air yang kurang dan tingkat kepadatan yang tinggi. Kini budidaya ikan lele sedang naik daun, dengan biaya perawatan yang murah dan tingkat keberhasilan yang tinggi menjadikan budidaya ikan lele salah satu peluang usaha yang menjanjikan.

Langkah - Langkah Cara Ternak Lele Sangkuriang

Cara ternak lele sangkuriang relatif mudah, namun banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara ternak lele yang baik dan benar. Berikut cara ternak lele sangkuriang.

Cara Ternak Lele - Budidaya Ikan

Baca Juga Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

1. Persiapan Kolam untuk Ternak Lele Sangkuriang

Ada beberapa jenis kolam tempat ternak lele yang biasa digunakan oleh para peternak. Masing -masing kolam memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri. Jenis kolam yang biasa digunakan dalam ternak ikan lele adalah kolam tanah, kolam terpal, kolam semen, dan keramba. Namun untuk menentukan kolam apa yang cocok dengan Anda, perhatikan sumber daya yang dimiliki dan kondisi lingkungan.

Yang akan dibahas disini adalah kolam tanah karena jenis kolam ini cenderung paling banyak digunakan untuk budidaya ikan. Sekedar menambah wawasan Anda, silahkan baca Kelebihan budidaya ikan lele di kolam terpal.

Persiapan Kolam untuk Ternak Lele - Budidaya Ikan
Persiapan Kolam untuk Ternak Lele
Berikut langkah-langkah yang harus disiapkan untuk kolam tanah tempat ternak lele.

Pengolahan Tanah

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengeringkan kolam terlebih dahulu. Lama pengeringan sekitar 4-7 hari bergantung dari teriknya sinar matahari. Bila tanah kolam sudah retak-retak, berarti kolam sudah cukup kering.

Pengeringan kolam bertujuan untuk membunuh mikroorganisme jahat yang menimbulkan bibit penyakit, dengan penjemuran dan pengeringan tersebut sebagian besar mikroorganisme jahat akan mati.. Mikroorganisme tersebut dapat hidup dari proses budidaya sebelumnya sehingga pengeringan ini sangat penting.

Setelah tanah kolam cukup kering, selanjutnya permukaan tanah dibajak atau di balik dengan cangkul. Proses ini diperlukan untuk memperbaiki kualitas tanah, dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah. Gas ini berasal dari sisa pakan yang tidak termakan.

Pengapuran dan Pemupukan

Proses pengapuran berfungsi untuk mentralkan tingkat keasaman kolam dan membantu membunuh mikroorganisme jahat. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.

Cara melakukan pengapuran yaitu dengan menebarkan kapur secara merata di dasar kolam. Jika kapur sudah merata, langkah selanjutnya adalah membalikkan tanah dengan cangkul agar kapur dapat meresap ke bagian dalam kolam.

Dalam satu meter persegi, kapur yang dibutuhkan sebanyak 250-750 gram. Namun pemberian kapur tersebut tergantung dari tingkat keasaman tanah, bila semakin asam maka kapur yang digunakan semakin banyak.

Setelah proses pengapuran, selanjutnya adalah proses pemupukan. Proses pemupukan berfungsi untuk menyediakan nutrisi bagi mikroorganisme baik seperti fitoplankton dan juga cacing, yang berguna sebagai bahan makanan alami ikan lele.

Pupuk yang digunakan dalam proses pemupukan ini adalah campuran dari pupuk organik dan pupuk kimia. Jenis pupuk organik yang digunakan adalah pupuk kompos atau pupuk kandang, pupuk organik diberikan 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimia yang digunakan adalah pupuk urea dan TSP, dosis yang diberikan masing-masing sebesar 15 gram dan 10 gram per meter persegi.

Pengisian Air Kolam

Setelah proses pengapuran dan pemupukan selanjutnya kolam diisi air hingga 30-40 cm. Lalu diamkan kolam hingga satu minggu, pendiaman ini berfungsi untuk memberikan waktu bagi fitoplankton tumbuh dan berkembang dengan baik. Air yang sudah ditumbuhi oleh fitoplankton akan berubah menjadi warna hijau.

Setelah satu minggu, benih ikan lele siap dilepaskan. Selanjutnya air kolam dapat ditambahkan secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele hingga ketinggian air yang ideal yaitu 100-120 cm.

2. Pemilihan Benih untuk Ternak Lele Sangkuriang

Pemilihan benih ikan lele yang baik sangat menentukan tingkat kesuksesan budidaya ikan lele. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil pengembangan dari ikan lele dumbo oleh BBPBAT Sukabumi. Anda dapat membeli benih ikan lele atau melakukan pembenihan sendiri.  

Benih Ikan Lele - Cara Budidaya Ikan
Benih Ikan Lele

Ciri-ciri Benih Unggul

Pastikan benih yang ditebar benar-benar sehat dan terbebas dari penyakit. Berikut ciri-ciri benih ikan lele unggul.
  1. Gerakannya lincah
  2. Tidak cacat
  3. Tidak ada bekas luka ditubuhnya
  4. Bebas dari bibit penyakit
  5. Gerakannya normal
Ukuran benih yang normal untuk budidaya ikan lele berkisar 5-7 cm. Agar benih dapat tumbuh serempak, usahakan ukurannya merata. Dalam waktu 2,5-3,5 bulan ikan lele sudah mencapai ukuran konsumsi dan dapat dipanen.

Cara Menebar Benih

Yang harus diperhatikan sebelum menebar benih adalah penyesuaian suhu kolam yang baru agar benih yang baru ditebar tidak menjadi stres dan akhirnya mati. Berikut cara menebar benih yang baik dan benar.
  1. Sebelum di tebar, masukan benih kedalam wadah (ember, bak, jerigen)
  2. Selanjutnya masukkan wadah tersebut kedalam kolam
  3. Diamkan selama 15 menit, agar benih dapat menyesuaikan suhu kolam sebagai lingkungan barunya
  4. Setelah 15 menit miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya
  5. Benih pindah ke kolam tanpa stres
Kepadatan ikan dalam satu meter persegi sebanyak 200-400 ekor. Namun semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi pula jumlah benih yang dapat ditampung. Penambahan air pada kolam disesuaikan dengan pertumbuhan ikan lele.

Contoh Menghitung Kapasitas Kolam

Kedalaman kolam yang ideal adalah 1 meter dan kepadatan tebar benih ikan lele adalah 200-400 ekor per meter persegi.

Contoh :
Untuk kolam berukuran 4 x 5 meter maka,
Jumlah minimal bibit ikan (4 x 5) x 200 =  4000 ekor
Jumlah maksimal bibit ikan (4 x 5) x 400 = 8000 ekor
Catatan : Kapasitas kolam tanah lebih sedikit dibandingkan kolam tembok

3. Pakan untuk Ternak Lele Sangkuriang

Dalam budidaya ikan lele, pakan merupakan komponen biaya terbesar. Pakan yang baik adalah pakan yang memiliki FCR (Food  Convertion Ratio) lebih kecil dari satu. FCR merupakan rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Jika rasio FCR nya semakin kecil, maka semakin baik kualitas pakan tersebut.

Agar hasil yang didapatkan maksimal dengan biaya yang minimal, Anda dapat memberikan pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang.

Pemberian Pakan Utama

Pakan Ikan Lele - Budidaya Ikan Lele
Pakan Utama Ikan Lele
Ikan lele membutuhkan pakan yang mengandung banyak protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele untuk tumbuh dengan baik adalah 30% protein, 4-16% lemak, 15-20% karbohidrat, vitamin dan mineral.

Ikan lele membutuhkan pakan 3-6% dari berat tubuhnya. Misal ikan yang memiliki berat 50 gram membutuhkan pakan sebanyak 2,5 gram per ekor. Anda dapat melakukan sampling setiap 10 hari, lalu timbang, kemudian sesuaikan jumlah pakan yang akan diberikan dengan hasil timbangan sampling tersebut. Pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari berat tubuh pada saat dua minggu menjelang panen.

Ikan lele merupakan hewan nokturnal yang berarti ia aktif di malam hari. Maka untuk pemberian pakan sore dan malam hari dapat diberikan lebih banyak. Pemberian pakan baiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensi pemberian pakan bisa 4-5 kali sehari. Maka dari itu, pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Bila ikan lele sudah tidak agresif dalam menyantap pakannya, maka pemberian pakan dapat dihentikan.

Baca Juga Kelemahan Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Pemberian Pakan Tambahan

Ikan Rucah Sebagai Pakan Tambahan Ikan Lele - Budidaya Ikan Lele
Ikan Rucah Sebagai Pakan Tambahan Ikan Lele
Pemberian pakan tambahan ini dapat menghemat biaya pengeluaran pakan ikan lele. Ada berbagai macam pakan tambahan yang dapat dijadikan sebagai alternatif. Berikut jenis pakan tambahan ikan lele :

  1. Ikan Rucah, Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak konsumsi karena ukuran atau cacat. Cara Pemberiannya dengan mencincang atau menggiling ikan rucah baru diberikan ke ikan lele
  2. Keong Mas, Sebelum diberikan ke ikan lele, pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya. Bila sudah terpisah cincang daging keong mas tersebut lalu berikan ke ikan lele.
  3. Limbah Ayam, Limbah ayam atau ayam tiren dapat Anda berikan ke ikan lele. Sebelum diberikan bersihkan bulu-bulunya terlebih dahulu, lalu cincang dan berikan ke ikan lele.
  4. Ulat, Anda dapat membuat ulat/belatung dari campuran ampas tahu.
Yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan ikan lele adalah waktu pemberiannya, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele memiliki sifat kanibal, jika kekurangan makanan, ikan yang lebih besar dapat memakan ikan yang memiliki ukuran yang lebih kecil.

4. Pengelolaan Air untuk Kolam Ternak Lele Sangkuriang

Pengolaan air juga sangat penting untuk mendapatkan hasil maksimal. Buruknya kualitas air dapat disebabkan oleh sisa pakan yang tidak habis, sisa pakan tersebut akan menimbulkan gas amonia yang merupakan racun bagi ikan. Hal tersebut ditandai dengan adanya bau busuk.

Anda dapat menjaga kualitas air tetap baik dengan cara membuang sepertiga air dari kolam dan menggantinya dengan air baru. Frekuensi pergantian ini tergantung dari kebiasaan pemberian pakan. Bila pemberiaan pakan yang terlalu banyak dan menimbulkan sisa pakan maka pergantian air akan lebih sering dilakukan.

Waktu untuk melakukan sirkulasi air tersebut ketika tercium bau busuk.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit untuk Ternak Lele Sangkuriang

Penyakit Whitespot pada Ikan Lele - Budidaya Ikan Lele
Penyakit Whitespot pada Ikan Lele
Hama yang paling sering menyerang ikan lele adalah ular, musang air, dan burung. Untuk pencegahannya Anda dapat memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.

Lain dengan hama, penyakit yang paling sering menghinggapi ikan lele adalah whitespot atau ich, kembung perut, jamur dan luka dikepala dan ekor. Untuk mencegah timbulnya penyakit dengan menjaga kualitas air, menjaga kebersihan kolam, mengontrol kelebihan pakan, menjaga suhu kolam pada kisaran 28 derajat Celcius.

Panen Ternak Lele Sangkuriang

Panen Ikan Lele - Budidaya Ikan
Panen Ikan Lele
Ikan lele sudah dapat dipanen setelah 2,5 - 3,5 bulan pembesaran dengan ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran lele untuk tujuan ekspor biasanya sekitar 500 gram per ekor.

24 Jam sebelum panen, baiknya ikan lele tidak diberi makan agar ketika dalam proses pengangkutan tidak buang kotoran. Lakukanlah penyortiran berdasarkan ukurannya, karena ukuran lele dapat berdampak pada harga. Penyortiran ini dapat meningkatkan pendapatan bagi peternak.